Cara Berhenti Doomscrolling: Kenapa Kamu Terus Scroll Berita Buruk
Masih scroll berita buruk jam 12 malam? Ini alasan otakmu susah berhenti, efek doomscrolling, dan cara berhenti yang lebih ampuh dari sekadar niat.
Oleh Kurt Woleret

Jam 00.40 dan aku rebahan di gelap sambil memegang kotak kecil yang menyala, membaca headline ke-43 malam ini tentang hal mengerikan yang sama sekali nggak bisa kuubah. Jempolku bergerak sendiri. Dadaku sesak. Aku nggak menikmati ini. Sudah sejam terakhir aku nggak menikmati ini. Tapi anehnya, memikirkan untuk menaruh HP malah memunculkan rasa nggak tenang, seolah beritanya bakal berbuat licik begitu aku berhenti mengawasi. Inilah doomscrolling, kebiasaan begadang demi scroll berita buruk. Kalau kamu merasa sedang membaca tentang dirimu sendiri, selamat datang. Kabar baiknya: ini bukan soal lemahnya tekad. Ini jebakan yang dirancang dengan sangat baik, dan jebakan bisa dibongkar.
Kenapa otakmu nggak bisa berpaling
Dua sistem purba sedang diadu untuk melawanmu. Yang pertama adalah bias negativitas: otakmu menimbang informasi yang mengancam jauh lebih berat daripada kabar baik, karena selama sebagian besar sejarah manusia, ketinggalan kabar buruk berarti jadi santapan. Feed yang penuh headline mengkhawatirkan berbicara langsung ke bagian dirimu yang memindai bahaya, dan bagian itu nggak punya tombol mati; dia cuma punya tombol terus pantau. Yang kedua adalah mekanisme mesin slot. Setiap tarikan untuk refresh mungkin memunculkan sesuatu yang baru, mungkin juga nggak. Hadiah yang nggak bisa ditebak adalah jadwal pembentuk kebiasaan terkuat yang kita tahu, makanya gerakan yang sama menggerakkan kasino dan feed berita. Gabungkan keduanya dan kamu dapat mode pengawasan: ngecek yang terasa mendesak, nggak menghasilkan apa-apa, dan baru berhenti waktu baterainya habis, atau kamunya yang habis.
Harganya nyata dan bisa diukur
Ini bukan sekadar masalah estetika. Peneliti yang dipimpin Bryan McLaughlin di Texas Tech menyurvei lebih dari seribu orang dewasa di Amerika dan menemukan bahwa sekitar satu dari enam orang menunjukkan konsumsi berita yang bermasalah parah: ngecek terus-menerus, merasa tersedot oleh berita, paket lengkapnya. Kelompok itu jauh lebih mungkin melaporkan gangguan mental seperti cemas dan stres, sekaligus gejala fisik seperti kelelahan dan masalah tidur, dibanding orang dengan kebiasaan berita yang lebih sehat. Para penulis studi menggambarkan siklusnya dengan istilah yang pasti dikenali siapa pun yang pernah doomscrolling: makin tertekan kamu oleh berita, makin terdorong kamu untuk ngeceknya, yang bikin makin tertekan lagi. Ngecek terasa seperti kontrol. Padahal fungsinya seperti paparan stres.
Ngecek terasa seperti pegang kendali. Fungsinya seperti paparan stres. Itulah jebakan doomscroll dalam satu kalimat.
Kenapa modal niat doang selalu kalah
Memutuskan untuk mengurangi scroll gagal karena alasan yang sama dengan memutuskan untuk makan lebih sedikit sementara dapurmu penuh kue dan kuenya bisa kirim notifikasi. Niat itu cuma lonjakan sesaat; feed adalah sistem, sabar dan selalu menyala. Setiap strategi anti doomscrolling yang berhasil kutemukan punya satu prinsip yang sama: berhenti bernegosiasi dengan dirimu sendiri di momen kejadian, dan ubah sistemnya. Tambahkan hambatan ke kebiasaan yang mau kamu putus, hilangkan hambatan dari hal yang lebih ingin kamu lakukan, dan terima kenyataan bahwa dirimu versi jam 00.40 nggak layak dipercaya mengambil keputusan. Rancang untuk orang itu. Dia sedang nggak dalam kondisi terbaiknya.
Yang benar-benar berhasil
Ini kotak peralatannya, kira-kira diurutkan dari yang paling membantu:
- Kasih berita sebuah wadah. Satu atau dua jendela sehari, di jam yang ditentukan, dan jangan dalam satu jam sebelum tidur. Kamu bakal tetap sama tahunya. Ngecek empat puluh kali nggak membeli informasi tambahan, cuma kortisol tambahan.
- Tambahkan hambatan. Hapus aplikasi yang paling parah dari HP dan pakai browser, logout supaya ketemu layar login, geser ikon dari layar utama, matikan semua notifikasi berita. Setiap langkah adalah satu kesempatan ekstra buat otak depanmu mengejar jempolmu.
- Keluarkan HP dari kamar, atau minimal dari jangkauan tangan. Jarak mengalahkan disiplin. HP yang ngecas di seberang ruangan kalah di hampir semua pertarungan yang dulu dia menangkan.
- Ganti, jangan cuma buang. Tangan pengin megang HP; mata pengin nonton sesuatu. Kasih mereka putaran yang lebih kalem. Persis di slot inilah aku menaruh Feelsy: waktu gatal pengin scroll datang tengah malam, aku buka Feelsy alih-alih feed dan biarkan mode autoplay mengalir lewat tekstur-tekstur lambat. Bentuk kebiasaannya tetap hidup, tapi asupannya berganti dari alarm jadi nggak-ada-apa-apa. Sepuluh menit begitu dan dorongan buat ngecek biasanya sudah mati pelan-pelan.
- Punya rencana khusus untuk minggu penuh berita besar. Waktu ada kejadian besar, pilih satu sumber tepercaya, cek dua kali sehari, dan lewati longsoran komentarnya. Mengikuti live krisis yang nggak bisa kamu pengaruhi itu paparan stres, bukan bentuk peduli.
Dua gerakan kecil yang dampaknya di atas kelasnya. Pertama, matikan ritual cek HP pagi hari. Meraih feed sebelum kakimu menyentuh lantai menyalakan radar ancaman otak untuk seharian penuh, dan hari yang dimulai dalam mode pengawasan cenderung berakhir di mode yang sama; kasih dirimu dua puluh menit saja tanpa HP setelah bangun, dan dorongan malamnya melemah dengan jelas. Kedua, bikin HP-nya sendiri lebih membosankan: mode grayscale kedengaran seperti gimmick sampai kamu lihat sendiri sebuah feed kehilangan separuh daya tariknya begitu warnanya dikuras. Nggak ada yang heroik di sini. Justru itu intinya. Sistem mengalahkan kepahlawanan.
Versi jam tidur, karena di situlah paling parah
Doomscrolling paling kejam di malam hari karena alasan sederhana: itu satu-satunya waktu tanpa tuntutan lain, dan otak yang cemas benci ruang kosong. Tapi scroll menjelang tidur menagih dua kali. Kamu bayar sekali dalam bentuk kewaspadaan, karena konten mengkhawatirkan justru memacu kondisi siaga yang seharusnya kamu lepas, dan bayar lagi dalam bentuk kurang tidur, yang bikin otakmu besok lebih cemas dan lebih gampang scroll. Memutus siklus malam memberi bunga berbunga. Versiku: HP masuk ke charger jam 12 malam, lampu diredupkan, dan kalau badan masih berdengung aku jalankan latihan napas 4-7-8 di Feelsy, embusan panjang sampai putaran mesinnya turun. Lalu sesuatu yang lambat dan tanpa alur di layar meja samping tempat tidur sampai mataku setuju bahwa sudah selesai. Beritanya masih akan ada semua besok. Selalu begitu. Memang itu gunanya berita.
Feelsy adalah produk wellness, bukan saran medis. Kalau stres, rasa cemas, atau masalah tidur terus berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga profesional.
Referensi
- McLaughlin, B., Gotlieb, M. R., & Mills, D. J. (2022). Caught in a dangerous world: Problematic news consumption and its relationship to mental and physical ill-being. Health Communication, 38(12), 2687-2697.
Pertanyaan umum
Apa itu doomscrolling?
Doomscrolling adalah kebiasaan kompulsif menggulir berita negatif dan konten yang bikin cemas, sering kali jauh setelah kamu berhenti mendapat informasi baru. Pemicunya adalah bias negativitas otak yang memprioritaskan informasi ancaman, ditambah ketidakpastian ala mesin slot dari feed. Ngeceknya terasa seperti tetap pegang kendali, tapi cara kerjanya lebih mirip paparan stres yang berulang.
Apakah doomscrolling benar-benar berbahaya?
Riset menunjukkan iya, kalau sudah jadi kebiasaan. Survei terhadap lebih dari seribu orang dewasa di Amerika menemukan sekitar satu dari enam orang punya konsumsi berita yang bermasalah parah, dan kelompok itu jauh lebih mungkin melaporkan cemas, stres, kelelahan, dan masalah tidur dibanding orang dengan kebiasaan yang lebih sehat. Siklusnya memberi makan dirinya sendiri: tekanan mendorong lebih banyak ngecek, yang menambah tekanan.
Gimana cara berhenti scroll HP di malam hari?
Ubah sistemnya, jangan mengandalkan tekad tengah malam. Cas HP di luar jangkauan tangan, matikan notifikasi berita, dan beri dorongan scroll itu pengganti yang lebih kalem, misalnya tekstur visual yang lambat atau latihan napas berirama. Konten mengkhawatirkan menjelang tidur memacu persis kondisi siaga yang harus kamu lepas, jadi satu jam terakhir sebelum tidur adalah jam yang paling berharga untuk dijaga.
Gimana caranya tetap update tanpa doomscrolling?
Kasih berita sebuah wadah: satu atau dua jendela cek yang tetap tiap hari, jangan dalam satu jam sebelum tidur, pakai satu atau dua sumber tepercaya. Ngecek puluhan kali sehari nggak bikin kamu lebih paham, karena fakta berubah lebih lambat daripada feed yang di-refresh. Saat ada peristiwa besar, update dua kali sehari dari satu sumber yang andal mengalahkan mengikuti longsoran komentar secara live.
Kenapa aku tetap doomscrolling padahal bikin tambah nggak enak?
Karena ada dua sistem kuat yang bekerja melawanmu: bias negativitas bikin informasi ancaman terasa mendesak untuk dipantau, dan hadiah acak dari setiap refresh menciptakan lingkaran kebiasaan yang kuat. Berhenti malah memunculkan rasa nggak tenang, seolah berita bakal berulah kalau nggak diawasi, jadi kamu terus scroll demi kelegaan yang nggak pernah datang. Menyadari ini jebakan, bukan cacat karakter, adalah langkah pertama untuk merancang jalan keluarnya.

Tentang penulis
Kurt Woleret
Contributing writer
Kurt is a New York based writer covering the practical science of stress, sleep and focus. He is the resident sceptic of the Journal: if a technique cannot survive a crowded subway commute and a deadline week, he is not interested in it.
Feel it for yourself.
Feelsy turns reading about calm into practising it. Two minutes of a slow texture is often the whole difference.
Bacaan terkait
TidurMain HP Sebelum Tidur, Benarkah Bikin Susah Tidur? Ini Kata Riset
HP sebelum tidur: biang susah tidur atau cuma mitos? Ini yang riset tentang layar, cahaya biru, dan melatonin benar-benar tunjukkan, plus solusi realistisnya.
TidurOverthinking di Malam Hari: Cara Menenangkan Pikiran biar Cepat Tidur
Overthinking sebelum tidur itu kebiasaan otak yang bisa dilatih ulang. Ini alasan pikiran makin ramai di malam hari dan cara menenangkannya, langkah demi langkah.
Meditasi VisualReset 5 Menit: Cara Menenangkan Diri Saat Waktu Nggak Ada
Kamu nggak butuh meditasi satu jam untuk turun dari lonjakan stres. Cara-cara yang didukung riset untuk me-reset sistem sarafmu dalam lima menit atau kurang.
Napas & TubuhNewHiperfokus ADHD: Saat Otak Terkunci di Satu Hal dan Susah Berhenti
ADHD bukan cuma gampang terdistraksi. Saat hiperfokus, kamu terkunci di satu tugas berjam-jam sampai lupa waktu dan makan. Ini sainsnya dan cara mengarahkannya.
Napas & TubuhMerajut sebagai Meditasi: Kenapa Mengulang Tusukan Menenangkan Pikiran
Kenapa merajut bisa meredakan cemas: ritme, pengulangan, dan fokus hening dari tangan yang sibuk, apa kata para perajut soal rasa tenang, dan cara memulainya.
Napas & TubuhYin Yoga untuk Pemula: Seni Tenang Berdiam Diri
Yin yoga menahan pose sederhana di lantai selama tiga sampai lima menit. Kenali apa itu yin yoga, bedanya dengan gaya lain, dan cara memulainya di rumah malam ini.