← Feelsy Journal
ASMR7 menit baca·4 September 2026

Kenapa Orang Suka Nonton Mukbang? Psikologi di Balik Video Makan

Jutaan orang betah nonton orang asing makan mi di kamera. Ini psikologi mukbang: rasa ditemani, suara ASMR, dan kapan nontonnya berhenti bikin rileks.

Oleh Kurt Woleret

Headphone di samping semangkuk ramen yang mengepul di meja gelap yang diterangi cahaya layar yang lembut.

Suatu malam beberapa bulan lalu, aku mendongak dari ponsel dan sadar sudah dua puluh menit menonton orang asing di Seoul makan mi dalam jumlah yang rasanya perlu izin resmi. Aku nggak lapar. Aku nggak berencana masak mi. Aku cuma... menonton, dengan rasa puas yang datar seperti orang memandangi akuarium. Kalikan aku dengan puluhan juta orang dan jadilah mukbang, salah satu genre paling sukses sekaligus paling nggak masuk akal di internet. Kenapa kita melakukannya? Ternyata para peneliti benar-benar sudah mencari jawabannya.

Sekilas cerita asal-usulnya

Mukbang, gabungan kata bahasa Korea untuk makan dan siaran, meledak di Korea Selatan di awal 2010-an: host yang makan porsi besar di depan kamera, secara live, sambil ngobrol dengan penonton. Sejak itu genre ini mendunia dan pecah jadi beberapa dialek. Ada mukbang tontonan, yang intinya soal porsi jumbo. Ada mukbang ngobrol, pada dasarnya makan malam bareng teman yang cerewet, cuma kebetulan dia satu-satunya yang makan. Dan ada sepupunya yang pendiam: konten suara makan, isinya kriuk dan seruputan tanpa bicara, yang lebih dekat ke ASMR daripada ke hiburan. Spesiesnya beda, genusnya sama: menonton manusia lain makan, dengan sengaja, untuk kesenangan.

Kata riset, kenapa kita menonton

Kajian akademis paling menyeluruh tentang genre ini adalah scoping review dari Kircaburun dan rekan-rekannya di International Journal of Mental Health and Addiction, yang mengumpulkan riset yang ada tentang siapa yang menonton mukbang dan alasannya. Motif yang muncul berulang-ulang membentuk daftar yang ternyata sangat masuk akal. Orang menonton untuk makan secara nitip: menikmati lewat orang lain makanan yang mereka sendiri nggak bisa atau nggak mau makan, entah karena uang, kesehatan, atau jarak. Orang menonton untuk koneksi sosial: host mukbang adalah teman di jam makan malam, dan buat yang makan sendirian, makan bareng versi parasosial ini sungguhan bikin sepi terasa lebih ringan. Orang menonton untuk hiburan dan pelarian. Dan sebagian yang lumayan besar menonton demi pengalaman indranya sendiri: suaranya.

Satu video mukbang adalah tiga produk sekaligus: makanan yang nggak perlu kamu makan, teman makan yang nggak perlu kamu ajak ngobrol, dan lanskap suara yang bisa kamu selami.

Temuan sosialnya layak direnungkan sebentar. Review itu mencatat bahwa untuk sebagian penonton, mukbang berfungsi sebagai pengganti makan bareng, keturunan digital dari makan bersama keluarga di meja makan. Itu nggak otomatis menyedihkan, apa pun kata artikel-artikel opini. Makan sendirian itu hal biasa; memilih melapisi kesendirianmu dengan kehadiran manusia yang hangat adalah adaptasi yang cukup masuk akal. Host-nya tertawa, menyapa kamera, bertanya bagaimana harimu. Itu rasa ditemani yang mengambang di latar, dan rasa ditemani seperti itu memang sebagian besar yang ditawarkan kota besar yang sibuk.

Hubungannya dengan ASMR

Lalu ada urusan audio, tempat mukbang bersinggungan dengan wilayah utama blog ini. Suara makan adalah pemicu ASMR klasik: kriuk kulit ayam goreng yang pecah, kres acar lobak, seruputan basah yang separuh internet anggap surgawi dan separuh lagi anggap nggak tertahankan. Buat yang bisa merasakan ASMR, suara-suara renyah yang direkam dari jarak dekat ini bisa memunculkan sensasi geli merinding yang menenangkan dan kantuk yang akrab itu, yang menjelaskan fakta aneh bahwa banyak penonton memakai video makan untuk rileks atau menemani tidur. Makanan sebagai nina bobo. Internet memang nggak pernah kalah.

Tapi jurang antara cinta dan benci ini penting. Pemicu yang melelehkan satu sistem saraf bisa membakar sistem saraf lain; buat orang dengan misophonia, suara kunyahan dan seruputan adalah musuh bebuyutan, titik. Kalau suara mulut bikin kamu bergidik jijik, mukbang nggak akan pernah jadi genre relaksasimu, dan penjelasan budaya sepanjang apa pun nggak akan mengubahnya. Kecocokan sensorik bukan bahan debat, itu fakta tentang kabel bawaanmu.

Saat menonton berhenti membantu

Bagian jujur-jujuran. Riset yang sama yang memetakan sisi nyaman mukbang juga menandai sisi tajamnya. Review itu mendokumentasikan kekhawatiran bahwa menonton berlebihan bisa berinteraksi buruk dengan kebiasaan makan sebagian orang: memicu ngidam dan makan tanpa rem pada sebagian penonton, atau sebaliknya terjerat dengan pola membatasi makan, saat menonton malah menggantikan makan sungguhan. Ada juga pola pemakaian kompulsif yang sudah kita kenal dari semua kesenangan yang bisa di-scroll: yang tadinya teman makan malam berubah jadi tiga jam autoplay jam 1 pagi. Semua ini nggak membuat mukbang berbahaya secara khusus. Ini membuatnya jadi produk sensorik-sosial yang kuat, dan produk yang kuat pantas dipakai dengan kesadaran dosis.

Cek dirinya sederhana. Kalau mukbang membuatmu merasa kenyang, tenang, atau nyaman ditemani, berarti dia bekerja dengan baik. Kalau dia terus-terusan membuatmu makin lapar, makin merasa bersalah, atau makin melek jam 2 pagi, alatnya yang sedang memakai kamu. Sesuaikan lagi.

Rasa nyamannya saja, tanpa menunya

Ini kesimpulan pribadiku setelah kebanyakan riset lapangan lewat video mi. Yang sebenarnya aku cari dari mukbang di kebanyakan malam bukan makanannya. Tapi dua poin terakhir di daftar riset tadi: kehadiran dan suaranya. Aliran sensorik yang hangat, santai, dan nggak menuntut apa-apa dariku. Begitu sadar itu, aku mulai meraih versi yang lebih murni. Ada malam yang isinya suara hujan. Ada malam Feelsy jalan di mode autoplay: tekstur lambat yang melipat dan mengalun dengan suara lembut, kanal rasa ditemani yang sama, minus FOMO mi pedas dan algoritma yang menembakkan video ayam goreng tepat di jam paling laparku. Video makan hanyalah kurir. Ketenangan itulah paketnya. Kamu boleh kok memesan paketnya saja.

Feelsy adalah produk wellness, bukan saran medis. Kalau stres, rasa cemas, atau masalah tidur terus berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga profesional.

Referensi

  1. Kircaburun, K., Harris, A., Calado, F., & Griffiths, M. D. (2021). The psychology of mukbang watching: A scoping review of the academic and non-academic literature. International Journal of Mental Health and Addiction, 19, 1190-1213.

Pertanyaan umum

Kenapa orang suka menonton mukbang?

Riset menunjuk sekumpulan motif yang konsisten: makan secara nitip, yaitu menikmati lewat host makanan yang penonton sendiri nggak bisa atau nggak mau makan; koneksi sosial, dengan host sebagai teman saat makan sendirian; hiburan dan pelarian; serta kenikmatan sensorik dari suara makan, yang beririsan dengan pemicu ASMR klasik.

Apakah nonton mukbang bisa menggantikan makan bareng orang lain?

Untuk sebagian penonton, iya, dan riset menggambarkan mukbang berfungsi sebagai pengganti digital dari makan bersama. Host yang ngobrol, tertawa, dan menyapa kamera memberi rasa ditemani di makan malam yang tadinya sunyi. Itu adaptasi yang wajar untuk makan sendirian, selama dia menambah rasa nyaman dan bukan menggantikan hubungan nyata yang sebenarnya kamu inginkan.

Kenapa suara makan di mukbang bikin sebagian orang rileks?

Suara makan yang renyah dan direkam dari dekat, seperti kriuk dan seruputan, adalah pemicu ASMR klasik. Orang yang bisa merasakan ASMR bisa mendapat sensasi geli merinding dan tenang mengantuk dari suara itu, makanya banyak penonton memakai video makan untuk rileks atau pengantar tidur. Suara yang sama justru memicu amarah pada orang dengan misophonia, jadi menenangkan atau menyebalkannya mukbang tergantung kabel sensorikmu.

Apakah nonton mukbang bisa jadi nggak sehat?

Bisa, untuk sebagian orang. Literatur riset menandai bahwa menonton berlebihan dapat memicu ngidam dan makan tanpa kendali pada sebagian penonton, terjerat dengan pola membatasi makan pada sebagian lainnya, atau tergelincir jadi kebiasaan menonton kompulsif sampai larut malam. Cek diri yang sederhana: kalau mukbang terus membuatmu makin lapar, makin merasa bersalah, atau masih terjaga jam 2 pagi, ubah cara dan waktu menontonmu.

Portrait of Kurt Woleret

Tentang penulis

Kurt Woleret

Contributing writer

Kurt is a New York based writer covering the practical science of stress, sleep and focus. He is the resident sceptic of the Journal: if a technique cannot survive a crowded subway commute and a deadline week, he is not interested in it.

Feel it for yourself.

Feelsy turns reading about calm into practising it. Two minutes of a slow texture is often the whole difference.

Download Feelsy on the App StoreGet Feelsy on Google Play

Bacaan terkait

Tangan dalam cahaya lembut melipat kain perlahan di permukaan yang tenang, bernuansa terong gelap dengan aksen lavender, rose, dan aqua, menggambarkan ASMR tanpa sengaja.
ASMR

ASMR Tanpa Sengaja: Kenapa Nonton Orang Melipat Handuk Bikin Ngantuk

Video paling menenangkan di internet justru tak pernah berniat bikin rileks. Apa itu unintentional ASMR, kenapa video lawas ampuh, dan cara menemukan trigger-mu.

Kurt WoleretAug 7, 20266 menit baca
Alat pembersih kaca menarik lengkungan bersih di antara busa warna-warni pada kaca gelap.
Meditasi Visual

Kenapa Video Beres-Beres Bikin Puas? Ini Penjelasan Sainsnya

Semprot bertekanan tinggi, cuci karpet, potong sabun: kenapa nonton orang bersih-bersih rasanya sepuas itu? Psikologi video beres-beres sebagai reset visual.

Kurt WoleretAug 25, 20266 menit baca
Tekstur cairan mengkilap yang mengalir pelan, dipakai untuk memicu relaksasi ASMR.
ASMR

ASMR Itu Apa? Penjelasan Sains di Balik Sensasi Merinding yang Bikin Rileks

ASMR bukan sekadar tren. Kenali apa itu sensasi merinding yang menenangkan, siapa saja yang merasakannya, dan bukti riset soal efeknya pada detak jantung dan mood.

Eleonor VanceJul 23, 20267 menit baca
Mikrofon studio bercahaya lembut merah muda dan lavender dengan latar ungu terung yang nyaris hitam.
ASMRNew

Suara Mulut ASMR: Kenapa Banyak yang Suka, tapi Kamu Mungkin Benci

Suara mulut adalah trigger ASMR yang paling bikin pro kontra: menenangkan buat sebagian orang, bikin kesal buat yang lain. Ini penjelasan sains di baliknya.

Kurt WoleretSep 18, 20267 menit baca
Sepasang tangan memegang kuas lembut ke arah penonton di samping mikrofon, diterangi cahaya lavender di tengah gelap ungu terung.
ASMR

ASMR Personal Attention: Kenapa Potong Rambut Bohongan Bikin Otak Rileks Beneran

Kenapa video roleplay ASMR seperti potong rambut atau creambath virtual bikin rileks: sains di balik personal attention dan cara memakainya supaya kamu cepat tidur.

Kurt WoleretSep 11, 20267 menit baca
Ujung jari mengetuk pelan di dekat mikrofon yang menyala dalam gelap, digambar dalam warna lavender dan mawar dengan lingkaran suara aqua yang lembut.
ASMR

ASMR untuk ADHD: Kenapa Video Tapping Menenangkan Otak yang Gelisah

Kenapa trigger ASMR yang lembut bisa menenangkan otak ADHD yang gelisah: apa kata riset soal relaksasi dan fokus, plus cara memakai tingles buat menenangkan malammu.

Kurt WoleretSep 7, 20267 menit baca