Mewarnai untuk Orang Dewasa: Kenapa Coloring Book Ampuh Meredakan Cemas
Kenapa mewarnai menenangkan pikiran orang dewasa: hasil riset soal mandala dan rasa cemas, plus cara mengubah sepuluh menit dengan pensil warna jadi meditasi visual.
Oleh Eleonor Vance

Sekitar pertengahan dekade lalu, ada hal aneh yang terjadi di toko-toko buku. Buku mewarnai, yang biasanya jadi penghuni rak anak-anak, pindah ke meja pajangan depan, dapat subjudul soal ketenangan dan mindfulness, lalu penjualannya mengalahkan novel. Orang dewasa membelinya jutaan eksemplar, lengkap dengan set pensil warna yang terakhir mereka punya waktu sekolah, dan selama satu dua musim fenomena ini dianggap keunikan lucu dari orang-orang yang kelelahan. Trennya mereda, seperti tren pada umumnya. Tapi kebiasaannya, diam-diam, tidak. Orang-orang tetap mewarnai, biasanya malam hari, biasanya tanpa cerita ke siapa-siapa, dengan alasan yang sangat masuk akal: karena memang berhasil.
Alasannya layak dipikirkan serius. Mewarnai punya posisi unik di keluarga aktivitas penenang: dia visual, seperti menatap lilin atau lukisan pemandangan; dia melibatkan tangan, seperti kaligrafi atau menguleni adonan; dan dia dibatasi, dalam arti paling harfiah, oleh garis yang sudah digambar orang lain. Kualitas terakhir ini ternyata sangat penting, dan dari sinilah cerita tentang mewarnai dan rasa cemas benar-benar dimulai.
Apa yang sebenarnya ditemukan riset
Studi yang jadi jangkar bidang ini kecil, elegan, dan lebih tua dari demam yang kelak ikut dilahirkannya. Para peneliti mula-mula membuat sekelompok mahasiswa merasa cemas, lalu meminta mereka mewarnai selama dua puluh menit: sebagian diberi mandala, pola lingkaran yang simetris, sebagian pola kotak-kotak, dan sebagian lagi kertas kosong untuk diwarnai bebas. Rasa cemas turun signifikan di kelompok mandala dan kotak-kotak, tapi tidak di kelompok yang mewarnai bebas (Curry dan Kasser, 2005, Art Therapy). Kejutannya justru mengajarkan sesuatu. Kertas kosong, yang menawarkan kebebasan total, tidak menenangkan siapa pun. Manfaatnya milik kelompok yang diberi struktur: pola dengan tepi, pengulangan, dan tanpa satu pun keputusan yang layak bikin galau.
Struktur, tampaknya, adalah bahan aktifnya. Pola simetris yang rumit membuat setiap pilihan jadi kecil dan setiap konsekuensi terasa bisa dibatalkan: hal terburuk yang mungkin terjadi cuma daun yang diwarnai toska, bukan hijau. Buat pikiran yang cemas, yang seharian melatih pilihan-pilihan dengan hasil yang benar-benar tidak pasti, dua puluh menit di antara keputusan yang tidak mungkin salah secara berarti adalah liburan dengan tekstur kerja. Psikolog akan bilang tugas ini menyerap sumber daya perhatian yang biasanya dibajak kekhawatiran. Orang yang pegang pensil akan bilang lebih sederhana: kamu tidak bisa overthinking dengan benar sambil tetap mewarnai di dalam garis.
Kamu tidak bisa overthinking dengan benar sambil tetap mewarnai di dalam garis.
Tradisi lama berkostum kertas
Detail mandala ini bukan kebetulan. Pola lingkaran yang simetris ke segala arah sudah sangat lama digambar sebagai objek kontemplasi: di biara-biara Tibet, tempat para biksu menyusunnya dari pasir berwarna selama berhari-hari lalu menyapunya hingga bersih; di jendela mawar katedral gotik; di pola rangoli yang digambar tiap pagi di ambang pintu rumah-rumah India. Kalau mau contoh yang lebih dekat, lihat saja pola batik: geometri yang berulang, dikerjakan pelan-pelan dengan tangan, satu bidang kecil demi satu bidang kecil. Carl Jung, yang hampir tiap hari melukis desain lingkaran kecil di buku catatannya, menganggap bentuk ini semacam potret diri jiwa yang sedang mencari keteraturan. Kamu tidak harus setuju sejauh itu untuk melihat kesamaan tradisi-tradisi ini: lingkaran yang dibatasi, geometri yang berulang, dan seseorang yang bergerak pelan di dalamnya dengan tangannya, satu bagian kecil demi satu bagian kecil.
Dilihat dari silsilah itu, buku mewarnai dewasa bukan sekadar tren, melainkan terjemahan. Ia mengambil geometri kontemplatif yang tua, mencetaknya di kertas yang layak, dan menyerahkannya ke orang-orang yang tidak akan pernah duduk bersila di ruang meditasi tapi dengan senang hati menghabiskan malam bersama pensil warna. Kosakatanya berubah; transaksinya, perhatian ditukar ketenangan, tidak. Ini pola yang layak diperhatikan di seluruh wilayah ketenangan: sebuah praktik bertahan hidup dengan memakai baju yang lebih sederhana.
Mewarnai sebagai meditasi visual
Kebanyakan orang mewarnai sambil nonton TV, dan itu sama sekali tidak masalah. Tapi dua puluh menit yang sama, kalau dijalani dengan sedikit niat, bisa jadi sesuatu yang lebih dekat ke latihan meditasi. Bedanya kecil-kecil saja dan sama sekali tidak mistis.
- Pilih struktur, bukan kebebasan. Ambil pola dengan tepi yang jelas dan banyak pengulangan, mandala, motif ubin, atau bingkai geometris, ketimbang pemandangan terbuka. Riset mendukungnya, dan malammu nanti juga.
- Biarkan pensil mengatur napasmu. Goresan panjang dan pelan cenderung menarik napas mengikuti panjangnya. Isi tiap bidang dengan garis-garis paralel tanpa buru-buru, bukan coretan cepat, dan biarkan ritmenya menetap di tempat yang dia suka.
- Kerjakan dari luar ke dalam. Untuk pola lingkaran, mulai dari tepi dan bergerak pelan-pelan ke tengah. Perjalanan ke dalam memberi bentuk pada sesimu, dan sampai di tengah jadi penutup yang alami.
- Kalau pikiran melantur, ganti warna. Daripada memarahi perhatianmu, tandai kepulangannya dengan ritual kecil: pilih pensil berikutnya, perhatikan warna baru di samping yang lama, mulai lagi. Pikiran yang melantur bukan sesi yang gagal; justru itulah latihannya.
Garis-garis itulah bentuk kebaikannya
Yang dipahami buku mewarnai, dan tertutupi reputasinya yang lembut, adalah bahwa pikiran yang cemas biasanya tidak kekurangan kebebasan. Ia kekurangan tepi. Kertas kosong dan malam tanpa rencana justru kondisi terbaik buat kekhawatiran bekerja; pola yang sudah tercetak, seperti kerikil yang disisir rapi di taman kering Jepang atau urutan baku upacara minum teh, menawarkan kebalikannya: tempat tinggal untuk perhatian, lengkap dengan dindingnya. Prinsip yang sama menghidupkan tekstur-tekstur pelan yang dibuat tim Feelsy untuk mata yang lelah: layar tempat warna bergerak dalam batas-batas yang lembut, tidak meminta apa-apa, tidak menyuruh memutuskan apa-apa, sementara bahu penontonnya turun perlahan. Di malam-malam ketika memegang pensil pun terasa terlalu berat, aku membiarkan salah satu tekstur itu mengalir, atau mengikuti latihan napas 4-7-8 di aplikasi sampai tepi-tepi hari terasa melunak.
Tapi di malam-malam yang baik, yang ada adalah kaleng pensil warna, lampu meja, dan sebuah lingkaran yang menunggu diisi. Mulailah dari tepi. Bergeraklah pelan ke tengah. Tetaplah di dalam garis, dan sadari, di suatu titik setelah setengah jalan, bahwa garis-garis itu selama ini juga menjagamu.
Feelsy adalah produk wellness, bukan saran medis. Kalau stres, rasa cemas, atau masalah tidur terus berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga profesional.
Referensi
- Curry, N. A., & Kasser, T. (2005). Can coloring mandalas reduce anxiety? Art Therapy: Journal of the American Art Therapy Association, 22(2), 81–85.
Pertanyaan umum
Kenapa mewarnai membantu meredakan kecemasan?
Mewarnai bersifat visual seperti memandangi lanskap, manual seperti kaligrafi, dan dibatasi oleh garis yang sudah digambar orang lain, dan batasan itulah yang ternyata paling berpengaruh. Struktur membuat setiap pilihan terasa kecil dan bisa diperbaiki, menyerap kapasitas perhatian yang kalau tidak begitu akan diambil alih oleh rasa cemas.
Apa temuan sebenarnya dari studi mewarnai mandala?
Peneliti membuat mahasiswa merasa cemas lalu memberi mereka waktu dua puluh menit untuk mewarnai, sebagian diberi mandala, sebagian pola plaid, dan sebagian kertas kosong. Kecemasan menurun cukup besar pada kelompok mandala dan plaid tapi tidak pada kelompok yang mewarnai bebas, menunjukkan bahwa strukturlah, bukan kebebasan, yang jadi bahan aktifnya.
Kenapa mewarnai mandala lebih efektif daripada mewarnai bebas?
Kertas kosong yang menawarkan kebebasan penuh tidak menenangkan siapa pun dalam studi itu, sementara pola simetris yang rumit dengan tepi dan pengulangan membuat setiap keputusan terasa ringan, karena hasil terburuknya paling-paling hanya daun yang warnanya kurang pas. Ini memberi pikiran yang cemas semacam liburan dengan tekstur pekerjaan, karena tugasnya menyerap perhatian yang seharusnya diambil alih rasa cemas.
Apakah bentuk mandala itu sendiri punya makna khusus?
Ya, pola melingkar dengan simetri radial sudah lama dipakai sebagai objek kontemplasi, mulai dari mandala pasir Tibet, jendela mawar katedral, sampai motif rangoli India. Carl Jung menganggap bentuk melingkar sebagai semacam potret diri jiwa yang mencari keteraturan, dan buku mewarnai dewasa paling tepat dipahami sebagai terjemahan modern dari geometri kontemplatif yang lebih tua ini.
Bagaimana cara mewarnai dengan lebih meditatif?
Pilih pola dengan tepi yang jelas dan banyak pengulangan daripada gambar pemandangan terbuka, dan biarkan goresan pensil yang panjang dan pelan menarik napasmu mengikuti panjangnya. Kerjakan dari tepi luar menuju tengah supaya terasa ada progres alami, dan saat pikiranmu melayang, cukup tandai kembalinya dengan memilih warna baru, bukan menyalahkan diri sendiri.

Tentang penulis
Eleonor Vance
Contributing writer
Eleonor writes about contemplative traditions, attention and the cultural history of calm. She has spent two decades collecting the rituals humans use to slow down, from zazen halls to hammams, and translating them for modern, screen-lit lives.
Feel it for yourself.
Feelsy turns reading about calm into practising it. Two minutes of a slow texture is often the whole difference.
Bacaan terkait
Kearifan KunoMandala pasir dan seni melepaskan
Para biksu Tibet menghabiskan berhari-hari membuat mandala pasir yang rumit, lalu menyapunya hingga hilang. Pelajaran tentang ikhlas, menikmati proses, dan menonton.
Meditasi VisualWarna yang Menenangkan: Apa yang Benar-Benar Meneduhkan Mata
Apa warna paling menenangkan? Riset soal biru, hijau, dan lavender, kenapa saturasi lebih penting daripada rona, dan cara memakai warna untuk bersantai.
Meditasi VisualMeditasi visualisasi: cara menenangkan pikiran yang penuh gambar
Mengenal meditasi visualisasi: kenapa membayangkan tempat yang damai bisa menenangkan tubuh, apa kata riset, dan cara berlatihnya cukup sepuluh menit saja.
Meditasi VisualMeditasi Menatap Bulan: Ritual Malam Paling Tua di Dunia
Kenapa menatap bulan bikin pikiran tenang, apa yang dipahami tradisi lama tentang cahaya bulan, dan cara mencoba meditasi bulan yang sederhana malam ini.
Meditasi VisualSlow TV: Kenapa Jutaan Orang Betah Menonton Kereta 7 Jam
Tahun 2009, TV Norwegia menayangkan perjalanan kereta tujuh jam tanpa potongan, dan satu negara ikut menonton. Kenapa slow TV menenangkan dan cara menirunya di rumah.
Meditasi VisualKenapa Menatap Air Terjun Bikin Tenang? Sains di Balik Air yang Jatuh
Kenapa menatap air terjun bisa menenangkan pikiran secepat itu? Sains soft fascination, ruang biru, dan air yang jatuh, plus cara membawa efeknya ke kamarmu.